Check it to know what in it.
Ketika seseorang yang diharapkan malah memberi kesedihan kembali, harus bagaimana aku? Cendekiawan kata pernah bertutur, berbuat baiklah engkau kepada siapapun dan apapun perlakuannya kepadamu. Mau dia tusuk kau dengan belati sampai sekarat tak berdaya, mungkin. Tapi, bagaimanakah seorang cendekiawan yang sesungguhnya? Ia kah yang membiarkan diri menjadi budak bodoh dan menikmati sakitnya dipermainkan? Cendekiawan tapi dungu, namanya! Mencintai bukan sekedar berkorban. Tiap idul adha juga jatuh korban. Tapi yang ini korbannya berkah, barokah, dapat cinta dari Allah. Kalau cinta manusia, sudah berkorban, makin terasa sakitnya. Mengingat Dia tidak ingin diduakan. Nah, kalau sudah sampai titik ini? Harus bagaimana? Kembali ke awal, oh tentu bukan cendekiawan namanya. Pilihannya adalah tetap diam di tempat tapi bertahan dibawah koaran insan dan ego manusia, atau berjalan saja kedapan dengan pura-pura bodoh seakan tidak terjadi apa-apa, atau ke kanan, atau ke kiri? Selingkuh, d...