Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

December 23, 2017

Berharap akan kebaikan seseorang malam ini, juga kebahagiaannya. Sebenarnya apa sesungguhnya aku di matamu? Buat apa bertanya lagi ketika jawaban seharusnya sudah jelas  dan tepat. Berkali-kali bertanya barangkali ada yang merubah jawab dan membuat sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin, membuat sesuatu yang terpisah menjadi utuh, kembali. Sudah cukup dewasa untuk 2 di antara kita, aku rindu dan kau tidak. Dewi Waktu, kemarilah. Maaf karena aku telah habiskan tubuh putrimu untuk angan yang tak pernah tentu.

Negative?

Setelah mengenal lama seseorang, kita selalu merasa bahwa kita telah mengetahui betul siapa orang tersebut sepenuhnya. Itu terjadi karena kita terbiasa meghabiskan waktu bersama dengan orang tersebut dan terbiasa menganalisis orang lain melalui pemikiran dan bukan sekadar perilaku. Saya tidak banyak mengenal seseorang berdasarkan cara pemikiran apabila kami jarang melakukan pembicaraan yang dalam. Sebuah kejutan datang pada saya hari ini: seorang teman yang cukup dekat dan lama, baru saya ‘kenal’ kembali. Teman saya ini secara tersirat bercerita bahwa pemikirannya tentang hidup cenderung didominasi dengan sesuatu yang negatif.  Sebagai anak SMA di tahun terakhir, ia menceritakan kisah SMA klasik mengenai perasaannya akan seseorang yang berkaitan dengan pemikiran negatif akan hal itu. Dia memang tidak banyak bercerita kepada saya, tetapi saya mendapatkan beberapa poin penting dari apa yang ia katakan. Tulisan ini terealisasikan oleh kepedulian saya akan hal ini dan upaya saya unt...

Aku dan A

Awal Cerita Akan aku kisahkan suatu peristiwa yang berbeda dengan yang lain. Tentu, itu karena kisah ini adalah kisahku sendiri. Kisah (yang biasa dibilang) Cinta 2 anak remaja di bangku SMA. Aku menaruh rasa tertarik dan penasaran pada seseorang di masa Sekolah Menengah Pertama, sebut saja dia P. 3 tahun jalannya perasaan, aku tidak pernah sedikitpun menyerah. Aku melengkapi cerita perjuanganku dengan banyak hal konyol dan memalukan. Maklum, anak tanggung baru sekedar tahu arti cinta. Singkat cerita, di akhir masa kelas 3 SMP, aku dipertemukan dengan sahabat P, dia adalah A. A ini sedikit banyak membantuku. Memberi banyak informasi mengenai P dari yang paling manis sampai yang paling tidak mengenakkan. Pernah suatu ketika A, pertama kali, membuat aku menangis. Aku menangis karena dengar kabar buruk kepindahan P untuk SMA nanti dan kabar mencengangkan lainnya, P sudah memiliki tambatan hati. A selalu ada untuk mengibur dan mendukung aku. Terhitung dari Bulan Desember 2014, A dan a...

Check it to know what in it.

Ketika seseorang yang diharapkan malah memberi kesedihan kembali, harus bagaimana aku? Cendekiawan kata pernah bertutur, berbuat baiklah engkau kepada siapapun dan apapun perlakuannya kepadamu. Mau dia tusuk kau dengan belati sampai sekarat tak berdaya, mungkin. Tapi, bagaimanakah seorang cendekiawan yang sesungguhnya? Ia kah yang membiarkan diri menjadi budak bodoh dan menikmati sakitnya dipermainkan? Cendekiawan tapi dungu, namanya! Mencintai bukan sekedar berkorban. Tiap idul adha juga jatuh korban. Tapi yang ini korbannya berkah, barokah, dapat cinta dari Allah. Kalau cinta manusia, sudah berkorban, makin terasa sakitnya. Mengingat Dia tidak ingin diduakan. Nah, kalau sudah sampai titik ini? Harus bagaimana? Kembali ke awal, oh tentu bukan cendekiawan namanya. Pilihannya adalah tetap diam di tempat tapi bertahan dibawah koaran insan dan ego manusia, atau berjalan saja kedapan dengan pura-pura bodoh seakan tidak terjadi apa-apa, atau ke kanan, atau ke kiri? Selingkuh, d...